Posted by :

  • 09 Januari 2024

Bank Literasi : Investasi Pengetahuan dengan Bunga Terbaik

Bank Literasi : Investasi Pengetahuan dengan Bunga Terbaik

oleh Jamilah Karina Saputri, siswi SMKN 1 Kendal

Juara 3 Lomba Penulisan Artikel Jenjang SMA/Sederajat Dinarpus Kendal Tahun 2023

--------------------------------------------------------------------------------------

 

“Investasi pengetahuan selalu membayar bunga terbaik”

~Benjamin Franklin

 

Bagi sebagian besar orang menilai bahwa investasi yang menjanjikan adalah berupa uang, emas, tanah dsb. Namun Kata-kata yang disampaikan oleh Benjamin Franklin menyadarkan bahwa investasi paling menjanjikan adalah investasi pengetahuan. Darimana bahan tabungan itu dapat kita peroleh? Salah satunnya yaitu dari membaca buku. Semakin banyak orang membaca buku maka semakin banyak pula pengetahuan yang didapatkan begitu pula sebaliknya.

 

Indonesia menempati peringkat rendah perihal minat baca. Dari riset yang dilakukan UNESCO menunjukkan hanya 0,001% dari 1.000 penduduk Indonesia. Bahkan jika dibandingkan negara lain seperti Amerika dan Jepang yang membaca 10 – 15 buku pertahun, Indonesia hanya membaca 0 – 1 buku dalam satu tahun. Minat baca yang sangat rendah ini tentunya harus difikirkan secara serius mengingat masa depan suatu bangsa tergantung pada kecerdasan wargannya. Menurut Arifin (2018) dikatakan bahwa kualitas suatu bangsa dilihat dari kecerdasan wargannya, semakin tinggi pengetahuan warganya maka semakin tinggi pula kualitas dari Bangsa atau Negara itu.

 

Sebenarnya Pemerintah Indonesia melalui PERMENDIKBUD Nomor 23 Tahun 2015 telah berupaya melaksanakan program GLS (Gerakan Literasi Sekolah) yang dilakukan sebelum dimulainya pembelajaran dengan membaca nyaring atau membaca setiap individu. Namun, tidak sedikit kesulitan yang dihadapi dari pihak guru maupun sekolah. Melihat penelitian yang bertajuk pada  “Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Karyawan” oleh Jane Christin dan Djudi Mukzam pengaruh motivasi sangat berdampak signifikan terhadap kinerja karyawan. Disini juga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk meningkatkan minat baca siswa dalam pelaksanaan literasi. Penulis yakin bahwa pemberian suatu motivasi menjadi fokus penting meningkatnya semangat minat baca siswa disekolah.

 

Dalam pembahasan ini penulis menawarkan sebuah sistem untuk meningkatkan minat baca siswa yang diberi nama “Bank Literasi”. Sistem ini merupakan sistem yang dibuat untuk mengatur penerimaan setoran hasil aktivitas literasi siswa dan juga pengambilan reward hasil aktivitas literasi yang disetorkan.

Dengan pertimbangan efisiensi ruang dan waktu, sistem “Bank Literasi” ini dapat dibuat dalam bentuk digital atau semacam aplikasi digital. Di dalam aplikasi ini terdapat lima fitur diantarannya fitur “Setor Literasi” , “Saldo Literasi” , “Pencairan Reward” , “Informasi Nasabah”, dan yang terakhir terdapat Fitur “Pengaduan Nasabah”.

Fitur Setor Literasi ini memberikan fasilitas untuk nasabah agar dapat menyetorkan hasil aktivitas literasi mereka baik membaca buku, menonton film, menyimak radio, dsb. Hasil aktivitas literasi tersebut nantinya dapat dituliskan dalam bentuk Doc maupun Pdf. Selanjutnya teks ulasan tersebut akan diterima oleh Admin untuk dilakukan  penilaian dan pemberian skor dengan rentang 1 – 10 berdasarkan penilaian penulisan baik dari segi isi, sistematika, kebahasaan, maupun orisinalitas tulisan. Peran admin sendiri sangat vital dalam fitur tersebut karena dibutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni dan menguasai kompetensi dalam penulisan. 

 

Fitur yang kedua yaitu fitur “ Saldo Literasi” pada fitur ini nasabah dapat mengatahui skor yang didapatkan atas tulisan atau ulasan yang dituliskan setelah melakukan aktivitas literasi. Poin yang diperoleh nantinnya akan bisa dicaikan dalam bentuk reward setelah mencapai ketentuan poin tertentu.

 

Selanjutnya, untuk mencaikan reward nasabah “Bank Literasi” dapat memanfaatkan fitur “Pencairan Reward”. Pada fitur ini siswa dapat mencairkan reward sesuai yang disediakan oleh pihak sekolah sesuai ketentuan yang diberikan. Misalnya, jika mendapat poin 10 maka siswa dapat memperoleh rewad bolpoin, nilai 20 mendapat buku tulis, nilai 50 mendapat tas sekolah dst.

 

Fitur yang selanjutnya ada Fitur “Informasi Nasabah” yang berisikan informasi mengenai sistematika penulisan, cara pencairan reward, maupun promosi baru yang ditawarkan.

 

Fitur yang terakhir adalah fitur “Pengaduan Nasabah” padda fitur ini nasabah dapat menyampaikan mengenai kritik, saran, dan aduan mengenai penerapan “Bank Literasi”. Fitur ini juga sangat berguna untuk pengelola “Bank Literasi” untuk bisa melakukan perbaikan berkala pada sistem kerja aplikasi maupun evaluasi agar aplikasi tersebut dapat melakukan peningkatan dan perkembangan.

 

Manfaat dan Keunggulan Penerapan Sistem Bank Literasi

Selain keunggulan yang disampaikan diatas, penerapan Bank Literasi ini memberi banyak manfaat, yaitu :

1. Meningkatkan minat literasi Siswa

Pemberian penghargaan atau reward pada siswa yang melakukan aktivitas literasi akan memotivasi siswa untuk aktif dalam melaksanakan kegiatan literasi

2. Meningkatkan kemampuan TIK Siswa

Dengan menuliskan ulasan hasil literasi dan megubahnya dalam bentuk file Doc ataupun Pdf, siswa dapat belajar untuk menggunakan Teknologi yang ada dalam computer maupun smartphone yang dimiliki.

3. Meningkatkan pengetahuan dan wawasan pada diri Siswa

Dari banyaknya buku, video, atau film yang dikonsumsi siswa dalam melaksakan literasi dapat menambah pengetahuan siswa baik dari segi akademik maupun pengetahuan lain yang terdapat pada buku yang dibaca atau video/film yang disaksikan 

4. Meningkatkan kemampuan menulis Siswa

Dalam sistem Bank Literasi, hasil lilterasi yang dilakukn oleh siswa akan disetorkan dalam bentuk teks ulasan ataupun resensi. Proses penulisan ini akan menjadi sarana berlatih siswa dalam meningkatkan kecakapan menulis. Apabila siswa mendapat nilai minim pada ulasan sebelumnya hal itu dapat menjadi acuan dan motivasi untuk siswa agar dapat lebih meingkatkan kemampuan mereka dalam menulis.

 

Selalin manfaat yang disebutkan di atas sistem Bank Literasi ini juga memiliki keunggulan dalam hal efisiensi ruang dan waktu karena dibentuk dalam aplikasi digital. Seperti yang kita ketahui untuk pelaksannan kegiatan pembelajaran saja banyak yang masih memiliki keterbatasan ruang dan waktu. Dengan menerapkan aplikasi Bank Literasi ini juga tidak akan menyita waktu istirahat siswa karena dapat diakses kapanpun dan dimanapun.

 

Akhir kata, penulis berharap bahwa sistem ini dapat menjadi alternatif yang inovatif dan aplikatif untuk dapat diterapkan dalam lingkungan sekolah bahkan di lingkungan yang lebih luas seperti perpustakan daerah.  Penerapan sistem ini akan dapat menambah pengetahuan. Seperti yang dikatakan Benjamin Franklin diawal bahwa Investasi pengetahuan selalu membayar bunga terbaik.

Comments

Leave A Reply