"LERENG PRAU"
Puisi karya : Ana Saputri
Dalam buku "Seperti Sungai Kata, " Sehimpun Puisi Kelas Penulisan Puisi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kendal Tahun 2024
Menepilah ke barat untuk merekam
Kotamu dengan versi otentik
Tiada sorot lampu kota dengan gemerlapnya
Hanya lampu sinar kuning yang temani sepanjang jalan beton yang mengular
Kanan kiri disesaki pohon jati
Tiada apa dan siapa lagi
Menuju tempat di puncak langit, di bawah awan,
di lereng Gunung Prau
Di Lereng Prau,
Kau kan jumpai orang-orang penuh ramah
Muda-mudi yang masih gencar melestarikan budaya
Berlatih Seni Kuntul tiap Senin malam
Mengasah keluwesan Seni Barongan atau menabuh rebana untuk merti desa
Di Lereng Prau,
Petak sawah terbentang seluas mata memandang
Bukit-bukit megah dijadikan pagar alam
Sungai-sungai yang menjalar
laiknya nadi penghantar kehidupan
Biji melinjo diperlakukannya bak intan permata
yang akan ditukar dan dilipat menjadi rupiah
Kulit melinjo dikupasnya dengan sabar untuk menghasilkan
Kripso yang menawan Asing sama sekali, bukan?
Jangan harap kau kan bertemu warung nasi pula
Karena warung nasi sudah iri dengan meja papan sederhana
Di ruang makan keluarga
Ia penuh kehangatan
dengan ciri khas obrolan basi-basi Tuan rumah dengan tamu,
"maaf, adanya cuma ini."
Galon juga akan tersisihkan eksistensinya di dunia
Galon mereka adalah kendi
Dan depot air untuk membeli adalah mata air itu sendiri
Comments