Posted by : Admin Dinarpus

  • 20 November 2025

"LERENG PRAU"

Puisi karya : Ana Saputri

Dalam buku "Seperti Sungai Kata, " Sehimpun Puisi Kelas Penulisan Puisi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kendal Tahun 2024

 

Menepilah ke barat untuk merekam

Kotamu dengan versi otentik

Tiada sorot lampu kota dengan gemerlapnya

Hanya lampu sinar kuning yang temani sepanjang jalan beton yang mengular

 

 

Kanan kiri disesaki pohon jati

Tiada apa dan siapa lagi

Menuju tempat di puncak langit, di bawah awan,

di lereng Gunung Prau

 

 

Di Lereng Prau,

Kau kan jumpai orang-orang penuh ramah

Muda-mudi yang masih gencar melestarikan budaya

Berlatih Seni Kuntul tiap Senin malam

Mengasah keluwesan Seni Barongan atau menabuh rebana untuk merti desa

 

 

Di Lereng Prau,

Petak sawah terbentang seluas mata memandang

Bukit-bukit megah dijadikan pagar alam

Sungai-sungai yang menjalar

laiknya nadi penghantar kehidupan

 

Biji melinjo diperlakukannya bak intan permata

yang akan ditukar dan dilipat menjadi rupiah

Kulit melinjo dikupasnya dengan sabar untuk menghasilkan

Kripso yang menawan Asing sama sekali, bukan?

 

 

Jangan harap kau kan bertemu warung nasi pula

Karena warung nasi sudah iri dengan meja papan sederhana

Di ruang makan keluarga

Ia penuh kehangatan

dengan ciri khas obrolan basi-basi Tuan rumah dengan tamu,

"maaf, adanya cuma ini."

 

 

Galon juga akan tersisihkan eksistensinya di dunia

Galon mereka adalah kendi

Dan depot air untuk membeli adalah mata air itu sendiri

Comments

Leave A Reply