Duta Pelajar Pendidikan Nasional dan Duta Baca Pelajar Kendal Menghadiri Pengajian Isra’ Mi’raj Bersama Ustadz Bendri Jayyusrahman di Pendopo Kendal
KENDAL - Pada hari Kamis, 9 Januari 2024 diselenggarakan acara pengajian di Pendopo Kendal. Acara ini diadakan oleh pemerintah Kabupaten Kendal yang mendatangkan Ustadz Bendri Jayyusrahman dari Jakarta yang terkenal dengan ilmu parentingnya. Pengajian dalam rangka peringatan Isra’ Mi’raj 1446 Hijriyah ini mengambil tema “Mengatasi Problematika Remaja Zaman Now” yang merupakan topik yang kini marak dibicarakan. Duta Pelopor Pendidikan Nasional Aizatul Fatma dan Duta Baca Pelajar Putri Kendal Belva Dama Denaya turut diundang Bu Wynne Frederica untuk menghadiri acara ini yang juga dihadiri oleh Bupati Kendal yang diwakili oleh PJ Sekda beserta jajarannya, Tim Penggerak dan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Kendal, Sinok Sinang Kendal, hingga Duta Kang Mbak Santri Wisata Religi.
Acara ini dibuka dengan tilawah Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sebagai sambutannya, Bu Wynne Frederica sebagai Tim Penggerak dan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Kendal menyampaikan bahwa pengajian ini digelar karena keprihatin terhadap maraknya kasus anak remaja di zaman sekarang seperti hamil di luar nikah dan tidak bertanggung jawab atas perbuatannya, sehingga ada banyak anak yang dibuang, terlantar, dan masuk ke panti asuhan. Sementara itu, PJ Sekda Kendal juga menambahkan bahwasanya pengajian ini juga digelar agar para orang tua dapat lebih menguasai peran mereka sebagai orang tua dengan ilmu parenting yang benar.
Setelah itu, acara inti diisi oleh Ustadz Bendri sebagai penceramah. Ustadz Bendri menyampaikan bahwa dalam mengasuh anak ibu dan ayah sama-sama memiliki peran yang penting, tidak hanya sang ibu. Pada masa sekarang, banyak dijumpai kasus Fatherless. Fatherless adalah seorang anak yang tidak memiliki figur ayah di dalam kehidupannya. Masalah ini dapat memicu banyak kenakalan dan penyimpangan terutama bagi para remaja. Contohnya seorang anak perempuan yang seorang fatherless biasanya akan mudah dirayu dan dimanfaatkan oleh laki-laki. Oleh karena itu, selain mencari nafkah peran ayah dalam mendidik anak-anaknya juga sangat dibutuhkan di dalam sebuah keluarga.
Kemudian, Ustadz Bendri membahas mengenai cara mengasuh anak yang dapat dibedakan berdasarkan gender dan juga umur anak. Pada masa remaja, anak cenderung sulit untuk dinasihati. Oleh karena itu, orang tua harus lebih banyak bersabar. Cara menasihati remaja bisa dengan mengajaknya untuk berdiskusi dan berpikir bersama, bukan sekadar melarang. Hal ini dilakukan agar anak paham betul mengapa suatu hal itu boleh atau tidak boleh dilakukan. Ketika hendak menasihati remaja, orang tua bisa mendo’akan anak di hadapan anak itu sendiri sehingga lebih mengena ke dalam hati sang anak. Selain itu, dalam mengasuh anak, orang tua juga tidak boleh berdusta ketika melarang atau memerintahkan anak untuk melakukan sesuatu. Lebih baik jika menjelaskan dengan alasan logis atas larangan atau perintah tersebut.
Selanjutnya Ustadz Bendri juga menambahkan bahwa dalam mengasuh anak, orang tua juga harus memperhatikan karakter dari masing-masing anak. Tiap anak tentunya memiliki karakter yang berbeda, ada anak yang pemalu, ada yang mudah tersinggung, dan lain sebagainya. Jadi ketika memberikan perlakuan tentunya akan berbeda. Kesimpulannya adalah para orang tua masa kini diharapkan dapat mendidik anak mereka sesuai zaman dengan pola pengasuhan yang baik dan saling bekerja sama sehingga anak bisa merasakan figur ayah dan ibu di hidupnya sehingga dapat terhindar dari kenakalan dan juga penyimpangan.
Acara kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab dan do’a bersama. Selama acara berlangsung, antusiasme dari para hadirin sangat terasa. Dengan pembawaan yang diselingi humor, Ustadz Bendri sukses membuat para hadirin tertawa, termenung, bahkan menangis. Setelah dilaksanakannya pengajian ini, diharapkan Kabupaten Kendal semakin maju dengan orang tua yang memahami ilmu parenting yang baik untuk anak-anak mereka yang akan menjadi generasi penerus bangsa.
Comments