"Hujan di Bulan Maret"
Puisi karya : Ianatul Qodriyah, Bandengan Kendal
Tetes demi tetes air mengalir.
Tidak deras awalnya.
Namun asa ini basah hingga kuyup.
Menyisakan genangan kepahitan yang tak kunjung surut.
Mungkin ini bukan waktunya untukku pergi.
Berlari pun tidak mungkin lagi.
Diam dan meratapi.
Kubenamkan anganku pada kenangan silam.
Yang menyenangkan dan tak kenal kata kelam.
Kini semua terasa sirna.
Meski kucoba merayu takdir-Nya.
Namun yang hancur tetaplah lebur.
Dan duka menjadi semakin pilu.
Aku bertanya pada rintik, tapi jawabnya kian menggelitik.
Biarlah ku terka, makna hidup yang penuh drama.
Akan ku terima setiap suratan takdir yang ada.
#KamisMenulis
Wahyu - 21 Maret 2024 14:07
Pagi ini pas hujan, juga Hari Puisi Internasional..