Posted by :

  • 19 Februari 2024

Kuatkan Literasi Seni Fotografi, Sanggar Gagah Wiraga dan Perpusda Kendal Gelar Photo Shoot Tiga Tema

KENDAL - suaramerdeka.com- Untuk menguatkan literasi seni fotografi, Sanggar Gagah Wiraga bekerja sama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kendal menggelar acara Photo Shoot Tiga Tema. Acara yang mendatangkan beberapa model dari Sanggar Gagah Wiraga ini juga didukung tiga orang make up artis.

 

Firna Ana Ruriana, founder Sanggar Gagah Wiraga Kendal menuturkan, kegiatan ini bertujuan lebih pada upaya untuk menguatkan literasi seni, yaitu seni modeling, seni rias wajah, dan seni fotografi. Para perias pun diberi tantangan untuk merias wajah dengan tiga tema sekaligus, yaitu tema adat, tema beauty, dan tema fairy tale. "Tema adat kita angkat karena kita perlu nguri-uri sekaligus menjaga kelestarian adat daerah kita. Kemudian seni modeling juga kita kuatkan mengingat ini sangat disukai generasi muda kita, dan seni fotografi," ujarnya. Karena itu, lanjutnya, Firna juga mengundang lima orang fotografer di Kabupaten Kendal untuk bereksplorasi dalam fotografi. "Wah ternyata responsnya luar biasa. Saya mengundang lima fotografer, tapi yang datang 15 fotografer. Keren!" ungkapnya sambil tersenyum puas. Firna mengakui, ajang seperti ini baru kali pertama ini dia lakukan. Dengan respons yang bagus itu dia pun berencana membuat ajang serupa yang lebih besar. "Sanggar Gagah Wiraga kan sebenarnya juga sanggar seni modeling dan tari, yang meliputi tari tradisional, kreasi, dan modern. Jadi pas banget ajang seperti ini untuk mengembangkan talenta-talenta muda kita," tambahnya. 

 

Sebelumnya, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kendal Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan sengaja membuat berbagai kegiatan di kantornya mengingat sarana dan prasarana cukup memadai. Hal itu bertujuan agar masyarakat Kendal lebih dekat dan akrab dengan perpustakaan sehingga literasi bisa terbangun dengan baik. "Gedung perpustakaan kita adalah yang terbesar dan terluas untuk pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Karena itu, mari kita optimalkan fungsinya untuk meningkatkan berbagai literasi, baik literasi baca dan tulis karena koleksi buku kita juga lengkap, maupun literasi di bidang seni," ujarnya.

 

Sementara itu, salah satu model yang dirias dengan tema fairy tale, Queenaya Wahyu (16), mengaku sangat senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Siswa kelas X Smanda Kendal itu pun berharap bisa sering mengikuti ajang seperti itu untuk menambah jam terbangnya. "Ajang seperti ini kan bisa menambah pengalaman, menambah income, bisa jadi profesi, bisa belajar make up, fashion, table manner, dance, dan nari," ujar gadis yang bercita-cita ikut ajang pemilihan Sinok dan Sinang Kendal dan Putri Indonesia itu. 

 

Salah satu perias, Rudis (28) pemilik Rudis Make Up, mengaku menyukai tata rias yang belum pernah dilakukan. Merias tema baru, baginya sangat menantang. "Kalau rias pengantin kan hampir sama, begitu-begitu terus. Kalau tema baru sangat menarik karena ada tantangan baru bagi saya," ujar pria yang menggeluti dunia tata rias sejak masih usia SMP itu.

Comments

Leave A Reply