Paska Banjir Banyak Dokumen Dan Surat Berharga Hilang
Kendal, (beritakita.net) - Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) pimpinan daerah Muhammadiyah kabupaten Kendal mengadakan seminar bertajuk mengungkap sejarah banjir di Kendal dari masa ke masa dalam perspektif kepustakaan.
Seminar ini digelar di gedung DPRD Kendal, sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak banjir bandang yang terjadi bulan lalu, yang menyebabkan banyak warga kehilangan surat-surat berharga.
Seminar ini menghadirkan kepala dinas arsip dan perpustakaan daerah Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Wahyu Yusuf Akhmadi menekankan bahwa bencana banjir sering kali tidak hanya mengakibatkan kerugian materi, tetapi juga kehilangan dokumen-dokumen penting seperti Rapor, Ijazah, Piagam, Sertifikat tanah, BPKB, dan surat berharga lainnya.
Masyarakat sering kali tidak menyadari pentingnya mengarsipkan dokumen hingga akhirnya kehilangan semuanya akibat bencana. Proses mendapatkan kembali dokumen-dokumen tersebut menjadi sulit karena tidak ada bukti fisik yang tersisa, sehingga harus mengurus berbagai surat keterangan dari kepolisian dan instansi terkait.
Ia juga menambahkan bahwa ada beberapa cara untuk menyelamatkan dokumen penting agar tetap aman meskipun terjadi bencana. Salah satunya adalah dengan menyimpan dokumen di tempat yang aman dan terhindar dari udara atau api.
Cara lain yang lebih modern adalah melalui digitalisasi, yaitu dengan mengkondisikan atau memfoto dokumen penting dan menyimpan di penyimpanan digital seperti google drive atau perangkat seluler. Dengan demikian, jika terjadi kehilangan, masyarakat masih memiliki salinan digital yang bisa digunakan untuk mengurus duplikat dokumen.
Acara seminar ini dihadiri oleh berbagai peserta, termasuk perwakilan dari paguyuban guru Paud dan TK serta perwakilan dari amal usaha Muhammadiyah. Kegiatan ini dipandu oleh Rustam Aji, ketua MPI Jawa Tengah yang juga dikenal sebagai editor salah satu media online ternama di Jawa Tengah.
Sementara itu, Ketua MPI PDM Kendal, Supardi menambahkan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi masyarakat mengenai pentingnya kearsipan, sehingga mereka lebih siap dalam menghadapi kemungkinan bencana di masa depan. Apalagi yang menjadi peserta banyak guru TK, Paud dan SD serta para pengelola amal usaha Muhammadiyah.
Ini sangat penting, karena semua dokumen kalau terarsipkan dengan baik dan benar ketika mencari sesuatu akan mempermudah kita sendiri. (Kis)
-------------
Berita ini telah tayang dengan judul "Paska Banjir Banyak Dokumen dan Surat Berharga Hilang" di tautan Paska Banjir Banyak Dokumen Dan Surat Berharga Hilang
Comments