Posted by : Admin Dinarpus

  • 23 Juni 2026

Harta Karun Peradaban Islam Nusantara Diselamatkan dari Kepunahan di Kabupaten Kendal

Kendal - Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga warisan budaya, sejarah, dan khazanah intelektual Islam Nusantara, kegiatan Silaturahmi Nasional Pelestarian Manuskrip Islam Nusantara sukses diselenggarakan pada Sabtu, 23 Mei 2026, di Pondok Pesantren Putri ARIS, Kaliwungu, Kabupaten Kendal.

Kegiatan berskala nasional ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus diskusi bagi para pegiat literasi, pemerhati sejarah, budayawan, akademisi, tokoh agama, serta komunitas pelestari manuskrip dari berbagai daerah. Pertemuan tersebut merupakan langkah nyata dalam upaya menyelamatkan, merawat, dan memperkenalkan kembali manuskrip-manuskrip Islam Nusantara yang menyimpan nilai sejarah, keilmuan, dan peradaban bangsa.

Acara ini terselenggara melalui kolaborasi berbagai pihak, diantaranya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kendal (Perpusda Kendal), Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK), Kendal Heritage, Kendal Tempo Dulu, KOPIKUMANIS, Madrasah Budaya, MWC NU Kaliwungu, Padepokan Joglo Kembar, serta sejumlah komunitas dan lembaga lainnya yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian sejarah dan budaya lokal.

Dalam berbagai sesi diskusi, para peserta menyoroti pentingnya upaya inventarisasi, konservasi, digitalisasi, serta pemanfaatan manuskrip sebagai sumber pembelajaran bagi generasi masa kini dan masa depan. Manuskrip tidak hanya dipandang sebagai benda bersejarah, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan yang merekam perjalanan pemikiran, tradisi, dan identitas masyarakat Nusantara.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi sejarah dan budaya di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat.

Melalui gerakan kolaboratif yang berawal dari Kaliwungu ini, diharapkan lahir berbagai inisiatif berkelanjutan dalam pelestarian manuskrip dan penguatan budaya literasi. Dengan demikian, warisan intelektual para pendahulu tidak hanya tersimpan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran bagi pembangunan bangsa di masa depan.

Comments

Leave A Reply