Posted by :

  • 18 Januari 2024

PELATIHAN PERENCANAAN PENANGANAN BENCANA (DISASTER PLANNING) BAGI TIM PENANGANAN ARSIP BENCANA LEMBAGA KEARSIPAN DAERAH KABUPATEN KENDAL

KENDAL – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kendal selaku Lembaga Kearsipan Daerah Kabupaten Kendal melaksanakan kegiatan Pelatihan Perencanaan Penanganan Bencana (Disaster Planning) bagi Tim Penanganan Arsip Bencana Lembaga Kearsipan Daerah Kabupaten Kendal yang dihahadiri sebanyak 30 peserta pada Selasa, 16 Januari 2024 bertempat di Kantor Dinarpus Kendal.

 

Pelatihan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kendal, Bapak Wahyu Yusuf Akhmadi, S.STP, M.Si. Beliau menyampaikan bahwa melalui kegiatan pelatihan ini peserta mampu memahami seluruh pemaparan yang diberikan oleh narasumber terkait dengan Disaster Planning.   Kemudian dilanjutkan sesi pertama diisi dari Tim BPBD, yaitu pemaparan materi dari Bapak Untung Tri Puji Hartono, SE selaku Kasi Pencegahan dan Kesiagaan Bencana. Beliau menyampaikan bahwa dalam upaya menerapkan manajemen penanggulangan bencana, dilaksanakan melalui 3 (tiga) tahapan sebagai berikut:

1. Tahap pra-bencana yang dilaksanakan ketika sedang tidak terjadi bencana dan ketika sedang dalam ancaman potensi bencana;

2. Tahap tanggap darurat yang dirancang dan dilaksanakan pada saat sedang terjadi bencana;

3. Tahap pasca bencana yang dalam saat setelah terjadi bencana.

 

Tahap pencegahan dan mitigasi bencana dilakukan untuk mengurangi serta menanggulangi resiko bencana. Rangkaian upaya yang dilakukan dapat berupa perbaikan dan modifikasi lingkungan fisik maupun penyadaran serta peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Sedangkan, tahap kesiapsiagaan dilakukan menjelang sebuah bencana akan terjadi. Pada tahap ini alam menunjukkan tanda atau signal bahwa bencana akan segera terjadi. Maka pada tahapan ini, seluruh elemen terutama masyarakat perlu memiliki kesiapan dan selalu siaga untuk menghadapi bencana tersebut. Tidak hanya dibekali secara teori, para peserta juga diberikan pelatihan secara praktik (simulasi) setelah sosialisasi dipaparkan. Lima orang dipilih untuk menjadi peran dalam pembagian penanganan arsip dari bencana banjir. Masing-masing memiliki tugas sendiri-sendiri guna melakukan penyelamatan arsip dari setiap ruang ke tempat depo arsip yang aman dengan menggunakan alat pelindung seperti helm dan pelampung.

 

Kemudian dilanjutkan lagi di sesi kedua yang diisi oleh Bapak Nur Latief, S.Sos selaku Kepala Bidang Kebakaran. Beliau menyampaikan bahwa dalam pemaparan kegiatan ini fokus pada sebab akibat kebakaran, cara mencegah terjadinya kebakaran, dan persiapan untuk menekan kerugian yang disebabkan oleh bencana kebakaran. Tidak hanya dibekali pemaparan materi, para peserta juga diberikan pelatihan secara simulasi. Pada hari itu pula dilakukannya simulasi Disaster Planning di halaman Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kendal. Simulasi ini disampaikan oleh Bapak Jambari dari Damkar dan dibantu Bapak Mulyanto. Simulasi pertama yaitu menggunakan Alat Pemadam Api Tradisional (Karung Goni). Cara menggunakan pemadam tradisional ini harus dilakukan secara tepat. Sebelum digunakan, pastikan semua bagian karung goni sudah dibasahi dengan air terlebih dahulu. Karung goni ini diaplikasikan dengan cara menutup titik api dari atas benda yang terbakar. Biasanya karung goni digunakan untuk memadamkan kebakaran karena kebocoran tabung gas atau minyak masak. Simulasi yang kedua juga disampaikan oleh Bapak Jambari, yaitu menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Pelatihan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) ini bertujuan untuk memberi pemahaman kepada peserta tentang fungsi APAR, juga melatih para peserta agar mampu menggunakan APAR dengan tepat dan benar untuk menanggulangi kebakaran dalam skala kecil. Selain itu juga dijelaskan mengenai ciri kondisi APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang siap pakai:

1. Posisi masih tersegel.

2. Ada Pen Pengaman.

3. Pada label pengecekan APAR (tanggal pemeriksaan dan kondisi APAR) masih berfungsi.

4. Jarum barometer tekanan harus berada pada area hijau dengan tekanan sampai 17 bar.

 

Tak hanya itu, Bapak Jambari juga menyampaikan cara penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang tepat dan benar dengan langkah: 

- Buka segel dengan cara memutar pin

- Tarik pin APAR

- Ambil posisi tidak melawan arah angin. Cara mengetahui arah angin, perhatikan asapnya, jangan berdiri dengan posisi menantang asap. Posisi berdiri sekitar 1,5 m - 3 m dari api

- Angkat APAR, arahkan moncong selang ke arah api

- Semprot api dengan cara menekan tuas pada alat pemadam

 

Simulasi ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kesadaran, kepedulian, keterampilan para peserta di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kendal akan pentingnya kesiapsiagaan dalam rangka menyelamatkan dan menjaga memori kolektif, sejarah, dan jati diri Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kendal, baik sebelum, pada saat bahkan setelah bencana atau kebakaran. 

Comments

Leave A Reply