Posted by : Super Admin

  • 05 Juli 2026

Kumpul Bocah Jelajah Literasi: Menggugah Semangat Baca dan Nilai Karakter di Omah Literasi Lentera Jaya

KENDAL, 5 Juli 2026 – Liburan sekolah acapkali menjadi tantangan bagi para orang tua untuk menjaga anak-anak tetap produktif. Menjawab hal tersebut, sebuah gerakan hangat bertajuk "Kumpul Bocah Jelajah Literasi" hadir di tengah masyarakat Kendal, Sabtu (4/7). Kegiatan ini sukses mempertemukan keceriaan anak-anak dengan ruang belajar yang interaktif, sekaligus menggugah kesadaran akan pentingnya literasi keluarga.

 

Pesta literasi kecil yang penuh kehangatan ini mendapat apresiasi tinggi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Ibu Kepala Desa selaku Ketua Tim Penggerak PKK, Ibu Eka Puji Astuti, A.Md.Keb. Beliau mengingatkan bahwa sentuhan terkecil dari orang tua di rumah adalah kunci utama kedekatan emosional dan tumbuh kembang anak.

 

"Orang tua diharapkan dapat merangkul dan membiasakan anak-anaknya untuk dibacakan buku sebelum tidur. Semoga kegiatan positif seperti ini bisa diadakan secara rutin ke depannya," harap Ibu Eka Puji Astuti saat memberikan sambutan.

 

Pandangan senada juga disampaikan oleh Pak Agus. Menurutnya, literasi memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar mengeja huruf di dalam kelas.

 

"Literasi itu dimulai dari rumah. Tidak hanya tentang membacakan cerita saja, tetapi juga bagaimana kita memberikan nasihat, menanamkan ilmu pengetahuan, hingga mengajarkan cara berbahasa yang baik. Kami sangat bungah dan menyambut kegiatan ini sebagai wadah bagi anak-anak sekaligus orang tua untuk terus belajar bersama," jelas Pak Agus.

 

Harapan besar agar gerakan ini menjadi pemantik yang konsisten juga diutarakan oleh Bu Wiwit. Ia memandang helatan ini sebagai ruang berbagi yang inklusif untuk semua umur.

 

"Kegiatan Kumpul Bocah Jelajah Literasi ini semoga dapat menjadi awal yang baik untuk menggerakkan semangat literasi, menumbuhkan minat baca, serta menjadi wadah berbagi ilmu yang bermanfaat tidak hanya untuk anak-anak tetapi juga bagi para orang tua," ungkap Bu Wiwit penuh optimisme.

 

Daya tarik utama yang berhasil menyihir perhatian anak-anak sore itu adalah kehadiran dua karakter fabel, Jenji dan Ramba. Melalui metode berkisah yang jenaka dan hidup, kedua sahabat ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter dasar.

 

Mulai dari pentingnya menjalin pertemanan yang sehat tanpa saling merundung (anti-bullying), menjaga api semangat dalam belajar, hingga ditutup dengan ajakan konkret untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

 

Respons hangat tidak hanya datang dari riuh tawa anak-anak yang berharap kegiatan ini rutin diadakan, tetapi juga dari perwakilan orang tua sekaligus Ketua RT 03/RW 01, Bapak Eko Purwo Utomo. Ia menaruh harapan besar pada perkembangan ruang literasi komunitas ini di masa depan agar bisa menyeimbangkan tantangan zaman dengan kearifan lokal.

 

"Ke depannya, kami berharap Omah Literasi Lentera Jaya juga dapat memberikan kegiatan bermanfaat lainnya bagi anak-anak, seperti memfasilitasi kelas belajar bahasa Inggris serta kelas khusus untuk nguri-uri (melestarikan) bahasa Jawa," pungkas Bapak Eko Purwo Utomo.

 

Pertemuan hari itu membuktikan bahwa ketika seluruh elemen desa—mulai dari perangkat, tokoh masyarakat, hingga orang tua—bergerak bersama, literasi tidak lagi menjadi hal yang kaku, tapi sebagai petualangan yang menyenangkan bagi generasi masa depan.

Comments

Leave A Reply