Posted by :

  • 09 Januari 2024

"PERPUSTAKAAN BERPUTAR (PUBER) MENINGKATKAN BUDAYA GEMAR MEMBACA"

"PERPUSTAKAAN BERPUTAR (PUBER) MENINGKATKAN BUDAYA GEMAR MEMBACA"

oleh Refalina Surya Ridho, siswi SMA Negeri 1 Singorojo

Juara 1 Lomba Penulisan Artikel Jenjang SMA/sederajat Dinarpus Kendal Tahun 2023

------------------------------------------------------------------------------------

 

Pada era globalisasi sekarang ini, kegiatan membaca buku semakin kurang diminati oleh generasi muda. Padahal membaca buku itu memiliki banyak manfaat yang tidak bisa disepelekan. Manfaat membaca buku diantaranya seperti memperluas wawasan dan pengetahuan, melatih otak utuk berfikir  kritis, meningkatkan konsentrasi, dan masih banyak lagi. Membaca buku merupakan jembatan bagi siapa saja yang ingin meraih kesuksesan. 

 

Fenomena kurangnya minat membaca pada generasi muda ini, setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata ada beberapa alasan yang menjadi faktor penyebabnya. Alasan yang pertama adalah persaingan dari media lain. Teknologi saat ini seperti televisi, media sosial, dan game online lebih diminati daripada buku. Alasan yang kedua adalah terbatasnya akses bacaan, dan alasan yang ketiga adalah buruknya kualitas buku yang tersedia. Hal ini pernah diungkapkan oleh salah satu pegiat literasi keliling Indonesia, Nirwan Ahmad Arsuka. Beliau mengungkapkan bahwa buku-buku yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk sekolah dinilai kurang menarik dan terlalu formal, sehingga memberikan persepsi negatif kepada siswa tentang buku sejak usia muda.  

 

Kurangnya minat baca pada generasi muda ini kemudian berimbas kepada minimnya tingkat kunjungan siswa ke perpustakaan. Padahal perpustakaan merupakan sumber belajar primer di sekolah. Hal inilah yang kemudian menjadi latar belakang tim GLS (Gerakan Literasi Sekolah) SMA N 1 Singorojo membentuk kegiatan PUBER (Perpustakaan Berputar) yang bertujuan untuk membuat perpustakaan lebih dekat dengan siswa dan siswa lebih dapat memanfaatkan perpustakaan secara optimal. 

 

Kegiatan perpustakaan berputar ini membutuhkan peran dari duta literasi. Duta literasi itu sendiri dipilih berdasarkan siswa yang paling sering mengunjungi dan meminjam buku di perpustakaan. Ada dua macam duta literasi di SMA Negeri 1 Singorojo, yaitu duta literasi sekolah dan duta literasi kelas. Perbedaan keduanya terletak pada tugasnya. Duta literasi sekolah bertugas mengontrol, mengawasi, dan mengevaluasi kegiatan literasi di sekolah, sedangkan duta literasi kelas bertugas mengajak rekan sekelasnya untuk gemar membaca, menulis, dan berfikir kritis.

Teknis dari kegiatan perpustakaan berputar ini adalah duta literasi masing-masing kelas akan meminjam buku ke perpustakaan, kemudian buku yang dipinjam tersebut diletakkan di pojok literasi kelas untuk dibaca teman-teman sekelas. Setelah satu minggu, buku-buku tersebut akan ditukarkan dengan kelas lain.

 

Dalam memilih buku-buku bacaan, ada dua cara yang bisa dilakukan oleh duta literasi kelas. Cara yang pertama adalah pemilihan melalui pengisian google form. Jadi satu atau dua hari sebelum kegiatan perpustakaan berputar, duta literasi kelas akan mengirimkan link google form kepada rekan sekelas. Isi dari google form tersebut berupa isian buku apa yang ingin dibaca oleh masing-masing siswa. Kemudian cara yang kedua adalah melalui penwaran daftar menu buku. Jadi, duta literasi kelas akan berdiskusi dengan pustakawan terkait buku-buku bacaan apa saja yang tersedia diperpustakaan. Setelah itu, duta literasi kelas akan membuat daftar buku bacaan yang dibuat seperti selebaran menu yang berisi gambar dan judul buku yang tersedia dan ditawarkan kepada rekan sekelas. 

 

Selain mencari koleksi buku, duta literasi kelas juga bertugas memilih buku bacaan untuk rekan sekelasnya. Dalam memilih buku bacaan ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Seperti pemilihan genre buku yang sesuai dengan selera anak muda dan pemilihan cover serta tipografi yang menarik. Karena menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Inas Hana Aisyah dan Dewi Rinjani pada Juni 2023 lalu membuktikan bahwa seni ilustrasi ini menjadi faktor terbesar dalam menarik minat membaca. Oleh karenanya, duta literasi kelas harus mempertimbangkan mengenai seni ilustrasi ini.

 

Hasil dari kegiatan perpustakaan berputar ini bisa dikatakan cukup berhasil dalam meningkatkan minat baca pada siswa. Hal ini terbukti dengan terbacanya semua buku-buku yang dipinjam oleh duta literasi kelas. Dengan adanya kegiatan perpustakaan berputar ini, para siswa yang letak kelasnya jauh dari perpustakaan tidak perlu bersusah-payah lagi, sebab buku yang sekiranya ingin mereka baca sudah tersedia di pojok literasi kelas mereka masing-masing. 

 

Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa saat ini diperlukan inovasi-inovasi terbaru untuk menghidupkan kembali citra perpustakaan. Peran guru, pustakawan, dan siswa sangat diperlukan untuk mendukung kegiatan perpustakaan berputar ini. Harapannya, dengan adanya kegiatan perpustakaan berputar ini, sekolah bisa bekerjasama dengan pustakawan agar selalu bisa menyiapkan buku-buku koleksi terbaru di perpustakaan. Begitupun dengan siswa, buku-buku bagus tidak akan ada artinya jika hanya jadi pajangan saja. Pada akhirnya, kerjasama antara sekolah, guru, pustakawan, dan siswa dibutuhkan untuk sama-sama menyukseskan kegiatan perpustakaan berputar agar berjalan sesuai dengan yang diharapkan. 

Comments

Leave A Reply