Posted by :

  • 24 Februari 2024

DINARPUS KENDAL SAMBUT BAIK SEMINAR KEPEMUDAAN

Kendal, (beritakita.net )- Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus), menyambut baik digelarnya Seminar Kepemudaan "Literasi Pemuda untuk Keberlanjutan Bangsa" yang dilaksanakan di Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Kendal, Kamis (22/2/ 2024). Acara tersebut menghadirkan perwakilan Dinas Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Sekda Kendal, Sugiono, Kepala Dinarpus Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi, Ketua Konferensi Pemuda Nasional (KPN), Rully Syahputra, serta para siswa dan pelajar dari SMA dan SMK sederajat di Kendal.

 

Sekda Kendal sebelum membacakan sambutan Bupati Kendal sekaligus membuka seminar mengatakan, Pemkab Kendal menyambut baik dilaksanakannya seminar, yang bertujuan untuk memberikan gambaran dan pengetahuan bagi pemuda khususnya pelajar dan pelajar di Kendal. “Hal itu dilakukan, sebagai upaya memahami pentingnya literasi bagi pemuda atau pelajar untuk mendorong kemajuan Bangsa Indonesia, membangkitkan literasi, mendorong produktivitas dan semangat berkarya bagi pelajar dan pemuda di Kabupaten Kendal,” ujar Sugiono.

 

Untuk itu, pemuda diharapkan mampu menguasai berbagai kemampuan dan akses informasi yang sesuai dengan minat dan bakat pemuda sehingga dapat meningkatkan kompetensi secara signifikan. “Sehingga pada akhirnya, kompetensi yang dikuasai oleh pemuda mampu mendorong mereka untuk terus berdaya dan produktif dalam berkarya dan berkarir, untuk dapat menyumbangkan ide dan gagasan untuk pembangunan,” tandas Sekda Kendal.

 

Pada kesempatan itu dirinya juga menyampaikan pesan Bupati, bahwa pemuda harus menjadi bagian dari solusi dan meningkatkan keterlibatan untuk mencapai hasil nyata dari advokasinya. “Selain itu, generasi muda di Kendal juga berperan penting dalam mendorong pembangunan ekonomi dan sosial di daerah, serta mampu mewujudkan potensi daerah sebagai sumber pembangunan ekonomi dan penghidupan,” pesan Sekda Kendal.

 

Apalagi, lanjutnya, pada tahun 2030 nanti, Indonesia akan memasuki masa puncak bonus demografi. Di mana jumlah penduduk produktif akan lebih banyak diperkirakan mencapai 68 persen. “Kesempatan ini dapat digunakan untuk mengoptimalkan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat menuju Indonesia emas 2045. Oleh karena itu, perlunya membangun SDM melalui penguatan karakter produktif dan kompetitif generasi milenial atau generasi Z saat ini,” lanjut Sekda Kendal.

 

Sebagai penutup, Bupati melalui Sekda Kendal mengingatkan, generasi muda penerus masa depan bangsa, baik para pelajar dan pelajar diharapkan mengetahui tantangan ke depan dan mampu mengembangkan kompetensi diri. “Gemar membaca, menuntut ilmu dan belajar dari orang tua atau tokoh, sehingga mempunyai karakter atau akhlak yang kuat dan tidak salah dalam tantangan era society 5.0,” harapnya. “Hati-hati dan jauhi lingkungan yang memilki kecenderungan berbuat keburukan, narkotika, minuman keras, LGBT dan hal-hal buruk lainnya,” imbuh Sekda Kendal.

 

Ketua Konferensi Pemuda Nasional (KPN), Rully Syahputra dalam laporannya mengatakan, kegiatan seminar merupakan acara pendamping KPN dalam rangka road show yang dimulai dari Kendal dan puncaknya akan dilaksanakan di Kota Semarang bulan Mei 2024. “Nah ini merupakan road show kami yang pertama di Kabupaten Kendal, kemudian berlanjut di Kabupaten Jepara, Demak dan kota-kota lainnya seperti Solo juga Cilacap, serta puncaknya nanti akan digelar di Kota Semarang sebagai tuan rumah utama,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinarpus Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi menambahkan, berbicara masalah literasi, memang masih menjadi tantangan yang harus dilakukan oleh semua pihak khususnya pelajar dan generasi muda di Kendal dalam menumbuhkan kebiasaan berliterasi. “Literasi memiliki kontribusi positif membantu menumbuhkan kreativitas, dari kreativitas melahirkan inovasi, sedangkan inovasi dapat meningkatkan produktivitas,” ujarnya. Wahyu menjelaskan, prinsip garis besarnya adalah, literasi berimplikasi kepada kesejahteraan masyarakat. Sehingga diharapkan, bisa menjadi masyarakat yang melek huruf. Karena menurutnya, literasi bukan hanya membaca buku saja, dan ada enam literasi dasar.

 

“Sehingga harapannya, pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, softskill dari masyarakat kita semakin meningkat. Itulah mengapa di Perpustakaan Daerah Kendal transformasi sekarang bukan hanya membaca buku atau baca tulis, tapi juga terkait ketrampilan-ketrampilan positif lainnya,” jelasnya. (Kiswanto)

Comments

Leave A Reply