Posted by : Super Admin

  • 16 September 2026

Membongkar Kecanggihan Arsitektur Buddha di Balik Boto Tumpang

Kendal — Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Kendal menggelar diskusi bertajuk "Gear Wicara" dengan tema Arsitektur Buddha pada Candi Boto Tumpang, Rabu (16/9/2026), mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Perpusda Kabupaten Kendal.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ir. Galih Setyo Aji, S.PWK., M.PWK., yang mengupas sisi keilmuan arsitektur dan tata ruang candi, dengan dipandu oleh moderator Arum Setyawati, S.Pd. Diskusi digagas untuk mengungkap sejarah Kendal yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat luas, salah satunya keberadaan Candi Boto Tumpang yang kerap dipandang sebelah mata hanya sebagai tumpukan bata biasa. Melalui forum ini, peserta diajak menelusuri lebih dalam bagaimana pada zamannya, masyarakat telah memiliki kemampuan arsitektur yang sangat tinggi serta kehidupan spiritual Buddha yang kuat di balik struktur candi tersebut.

Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kendal, Andy Nur Karendra, S.STP., M.M., dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memuat fakta-fakta yang mendukung upaya rekonstruksi Boto Tumpang, sekaligus menjadikannya sebagai objek penelitian ilmiah ke depan.

Dalam pemaparannya, Galih Setyo Aji menegaskan bahwa gelar wicara tentang arsitektur dan kosmologi Candi Boto Tumpang diharapkan tidak berhenti sekadar diskusi tentang tinggalan masa lalu, melainkan menjadi pintu gerbang bagi masyarakat Kendal untuk kembali mengenali sejarah, kebudayaan, dan identitas peradabannya sendiri. Menurutnya, melalui arsitektur, tata ruang, orientasi, simbol, dan kosmologi yang terkandung di dalamnya, masyarakat masa kini dapat membaca bagaimana leluhur membangun hubungan antara manusia, alam, ruang, dan kehidupan spiritual. Ia berharap generasi muda Kendal tidak lagi memandang Boto Tumpang sekadar susunan bata atau situs arkeologi, melainkan sebagai jendela untuk memahami identitas dan asal-usul peradaban Kendal.

"Candi Boto Tumpang adalah pintu gerbang untuk membuka kembali lembaran sejarah Kendal—agar masa lalu tidak hanya dikenang, tetapi menjadi sumber pengetahuan, identitas, dan inspirasi bagi masa depan," tegasnya.

Melalui Gear Wicara ini, Perpusda Kendal berharap dapat menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga, meneliti, mengembangkan, dan memperkenalkan Candi Boto Tumpang secara lebih luas, sekaligus membuka ruang kolaborasi penelitian akademik terkait warisan budaya lokal Kabupaten Kendal.

Comments

Leave A Reply